Sejarah Masjid
Sejarah Berdirinya Masjid Jami’ Miftahul Jannah
Selayang pandang mengenai sejarah berdirinya masjid Jami’ Miftahul Jannah, Berawal dari keinginan para sesepuh komplek, yang prihatin melihat kondisi komplek perumahan Menteng Metropolitan (nama awal perumahan yang sekarang Metland Menteng) yang belum memiliki tempat ibadah bagi warga muslim. Pada tahun 1999, melalui ketua RW (Rukun Warga) 07 bapak haji Sudirman dan para sesepuh lain yang di seperti bapak haji Umar, bapak haji Agung Suhendra dan bapak haji Effendi berinisiatif mengajukan permohonan kepada pengembang agar menyediakan lahan yang akan dipergunakan warga muslim (dibangun masjid) sebagai tempat ibadah warga muslim. Melalui proses diplomasi yang cukup Panjang, disetujuilah permohonan warga muslim pada tahun 1999 dengan diberikan lahan seluas 300 meter psersegi untuk pembangunan masjid.
Pada tahun yang sama, melalui pemikiran ketua RW 07 bapak haji Sudirman Arief dibentuklah panitia untuk proses penggalangan dana pembangunan masjid, dan mulai dilakukan sosialisasi kepada seluruh warga baik muslim dan non muslim di perumahan Menteng Metropolitan. Alhamdulillah proses penggalangan dana dan proses pembangunan masjid dapat berjalan dengan lancar melalui perjuangan selama dua tahun dengan komposisi sekitar 35% dari sumbangan warga, 10% atas sumbangan developer
berupa genteng dan kubah, dan sisanya sebesar 55% dari donatur utama bapak haji Halim (pemilik usaha garmen Lois). Selama proses pembangunan berjalan, warga Muslim melakukan sholat berjama’ah di kantor RW 07 melaui inisiatif ketua RW 07 bapak haji Sudirman Arief dan motivator seorang ulama dari rawamangun bapak haji Nasution. Pada tahun 2001 masjid sudah dapat berdiri dan sudah dapat dipergunakan untuk melakukan sholat berjama’ah. Sebelum peresmian masjid, warga muslim melakukan musyawarah bersama untuk memberikan nama masjid dengan nama Masjid Jami’ Miftahul Jannah yang telah resmi digunakan hingga saat ini.
Setelah bangunan masjid berdiri dibentuklah pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) pada tahun 2001 dan terpilih bapak haji Hasibuan sebagai ketua DKM pertama untuk periode tahun 2001 – 2003 dan berlanjut untuk periode kedua masa khidmat 2004-2006. Periode kepengurusan ketiga terpilih bapak haji Ridwan Sudiro sebagai ketua DKM untuk masa khidmat 2007-2009 dan beliau terpilih pula untuk periode 2010-2012. Periode kepengurusan kelima masa khidmat 2013-2015 terpilih bapak haji Afiyanto Yanuar ketua DKM. Periode kepengurusan keenam masa khidmat 2016-2019 terpilih bapak haji Franky Kurnia sebagai ketua DKM dan berlanjut ke periode berikutnya masa khidmat 2020-2022. Periode kepengurusan kedelapan masa khidmat tahun 2022-2025 (saat ini) terpilih bapak Torif Adi sebagai ketua DKM yang baru.
Pada tahun 2014, dengan meningkatnya jumlah jama’ah masjid maka para sesepuh jama’ah yang dikenal team lima yaitu bapak haji Wibowo Mardiyuwono, bapak haji Eko Body F, bapak haji Agung Suhendra, bapak haji Pardi, dan bapak Welly S berinisiatif dan menggagas untuk melakukan reposisi rencana pembangunan masjid baru. Dengan berbagai pertimbangan dibentuklah badan yang akan menaungi masjid dengan nama Yayasan Ashabul Jannatil Ulya untuk memulai pekerjaan pemugaran bangunan masjid dengan menunjuk ketua Yayasan bapak haji Wibowo Mardiyuwono dan ketua pembangunan masjid baru bapak haji Ngajiyo. Alhamdulillah pembangunan masjid baru selesai pada tahun 2019 dengan mengantongi ijin IMB DKI pada tahun 2017, sesuai ijin bangunan baru masjid memiliki kapasitas daya tampung jama’ah sekitar kurang lebih 1.000 orang dari kapasitas awal hanya sekitar 300 orang. Pemugaran masjid dengan design baru menghabiskan total biaya kurang lebih sekitar 11 Milyar yang diperoleh dari dana swadaya masyarakat perumahan Metland Menteng dan bantuan dari pengembang Metland Menteng sebesar 120 juta. Proses pembangunan masjid baru berjalan dengan lancar berkat kekompakan, gotong royong dan kebersamaan warga dalam satu tujuan yang sama membangun rumah Alloh. Alhamdulillah semua proses pembangunan berjalan lancar di bawah ketua pembangunan bapak haji Ngajiyo dan ketua Yayasan Ashabul Jannatil Ulya bapak haji Wibowo Mardiyuwono. Alhamdulillah pada bulan Desember 2021, terbentuk susunan pengurus baru Yayasan Ashabul Jannatil Ulya melalui proses musyawarah mufakat dan jama’ah menunjuk bapak haji Pardi sebagai ketua Yayasan Ashabul Jannatil Ulya untuk masa khidmat 2022-2026.
Urutan kepengurusan DKM secara keseluruhan bisa digambarkan sebagai berikut :

Berbagai prestasi telah ditorehkan di setiap periode kepengurusan ketua DKM, prestasi tersebut
diantaranya adalah :
1. Terbentuknya taman Pendidikan Qur’an (tahun 2005)
2. Tergabungnya masjid jami’ Miftahul Jannah sebagai anggota Dewan Masjid Indonesia (tahun 2010)
3. Terbentuk Yayasan Ashabul Jannatil Ulya (tahun 2014)
4. Terbentuknya Badan Urusan Kematian (BUK) Miftahul Jannah (tahun 2015)
5. Terbentuknya Majelis Ta’lim Al Mawaddah khusus ibu-ibu (tahun 2015)
6. Terbentuknya Majelis Ta’lim Ar Raudhoh khusus bapak-bapak (tahun 2017)
7. Terbit sertifikat IMB atas nama Yayasan Ashabul Jannatil Ulya
8. Juara ketiga lomba Binaul Masjid se-DKI Jakarta oleh DMI DKI Jakarta (tahun 2019)
9. Juara kedua lomba Binaul Masjid se-DKI Jakarta oleh DMI DKI Jakarta (tahun 2021)
10. Terdaftar menjadi anggota Baznas – Bazis DKI (tahun 2022)
11. Peresmian masjid oleh Gubernur DKI Jakarta bapak Anies Rasyid Baswedan Ph.D (tahun 2022)
Demikian Selayang pandang mengenai perjalanan masjid jami’ Miftahul Jannah dari mulai berdiri
hingga sekarang.