Jangan Pernah Lupakan Kebaikan Teman, Walaupun Kebaikan Kecil Dr. Haikal Hasan Baras, S.T., M.T

Jangan Pernah Lupakan Kebaikan Teman, Walaupun Kebaikan Kecil  Dr. Haikal Hasan Baras, S.T., M.T

Sabtu Subuh, 24 September 2022, menjadi subuh yang sangat ditunggu oleh para Jamaah Masjid Jami’ Miftahul Jannah Ujung Menteng, Jakarta Timur, karena keutamaan luar biasa yang ditawarkan Allah SWT, ditambah dengan kehadiran Ustadz Dr. Haikal Hasan Baras, S.T., M.T yang siap membagikan ilmu bermanfaat (nafi’) di waktu yang begitu berharga antara subuh hingga terbitnya matahari (syuruq). Keutamaan yang dimaksud yaitu pahala umrah dan haji yang sempurna setara dengan 40 juta biaya umrah atau haji, hal ini sesuai dengan hadist sebagai berikut

“Barangsiapa sholat Subuh Berjamaah (di Masjid), lalu duduk berdzikir hingga terbit matahari, kemudian sholat dua rakaat, adalah hal berpahala seperti pahala satu haji dan satu umrah yang sempurna, sempurna sempurna” (HR Tarmidzi)

Kajian yang dihadiri oleh lebih dari 100 jamaah ini, mengupas tuntas secara baik tentang pentingnya akhlak terpuji bagi seorang muslim, dengan tidak melupakan kebaikan-kebaikan teman kepada kita, sekecil apapun kebaikan itu. Jika kita punya teman, yang lama tak kunjung bertegur sapa, maka tegurlah mereka, sapalah mereka, dan ingatlah kebaikan mereka, karena tindakan-tindakan tersebutlah yang mencerminkan betapa mulianya akhlak kita, sebagai seorang muslim sejati. Namun, lebih dari itu, akhlak terpuji juga wajib ditunjukkan atas kebaikan yang pernah dilakukan oleh musuh-musuh kita.

Adapun berbagai kisah diceritakan oleh Ustadz Haikal tentang pentingnya berbuat baik kepada musuh- musuh atau rival kita antara lain:

Pertama, Interaksi Nabi Muhammad SAW dengan Abu Sofyan, musuh Nabi Muhammad SAW, perancang berbagai perang melawan Islam. Ketika keadaan berbalik dan Nabi Muhammad SAW memegang kendali atas Islam dan pada saat fathu mekkah, maka Nabi Muhammad SAW mengangkat derajat Abu Sofyan dengan mengatakan bahwa yang masuk ke rumah Abu Sofyan, maka akan aman.

Kedua, ketika Muawwiyah Abu Sofyan yang diangkat oleh Umar bin Khatab dan akhirnya diturunkan jabatannya sebagai gubernur Syam oleh Ali bin Abi Tholib, terdapat gesekan antara keduanya, akan tetapi mereka masih tetap sholat berjamaah, Ali bin Abu Tholib sebagai Iman dan Muawwiyah menjadi makmum, walaupun mereka berdua terdapat hubungan rivalitas.

Ketiga, Ketika Umar Bin Khatab RA berinteraksi dengan pendeta Yerussalem, Sophronius, yang mengusir orang Islam di Yerussalam. Setelah penaklukan Yerussalam, Umar bin Khatab membebaskan pendeta tersebut dan menjamin keselamatan dan kehormatan seluruh jamaah gereja di bawah pimpinan pendeta.

Keempat, ketika Sultan Salahuddin Al Ayyubi menaklukkan dan memasuki Yerussalam yang sempat dikuasai oleh penguasa dzalim, langsung memberikan kenyamanan dengan memasuki gereja yang penuh dengan orang jamaah gereja, orang tua dan anak-anak. Seketika itu, Sultan Salahuddin masuk ke dalam gereja dan langsung memeluk anak serta memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh jamaah gereja, tanpa menyakiti sedikitpun para jamaah.

Keempat kisah yang disampaikan sungguh sangat bermakna dan penuh inspirasi, dimana sejatinya sebagai seorang muslim harus berbuat baik kepada siapapun, baik teman maupun musuh sekalipun, karena disitulah letak keindahan akhlak kita.

Kajian Sabtu Subuh ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan sholat syuruq untuk mengejar keutamaan umrah dan haji yang sempurna, sesuai hadist diatas. Kebersamaan Ustadz Haikal dan Jamaah Masjid Jami’ Miftahul Jannah dilanjutkan dengan makan bersama Lontong Sayur . Nikmat mana lagi yang kau Dustakan, bisa menuntut ilmu dan berdekatan dengan ahli ilmu. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kepada Ustadz Haikal, seluruh jamaah Masjid Jami’ Miftahul Jannah dan seluruh masyarakat yang menyaksikan tayangan video melalui Youtube atau yang membaca artikel ini.

Allahumma Aamiin Ya Rabbal ‘Alaamin

Leave a Reply

Your email address will not be published.